Postingan

Menampilkan postingan dengan label Emha Ainun Nadjib

Istriku Seribu - Emha Ainun Nadjib

Gambar
Download Ebook Istriku Seribu - Emha Ainun Nadjib Istriku Seribu: Polimonogami dan Monopoligami bukan sekadar buku tentang poligami. Pada dasarnya ia adalah sebuah buku tentang filosofi perkawinan. Poligami adalah salah satu aspek yang diteropong dari kacamata filosofi itu.  Seperti apa filosofinya? Ya, perkawinan itu � meminjam asmaul Husna � ibarat menjalankan sifat rahman dan rahiem. Rahman adalah cinta sosial bersifat meluas, sedangkan rahiem adalah cinta mendalam. Begitu kurang lebih prinsip nilai yang dipaparkan penulis buku ini. Dalam hidup ini, dua jenis perkawinan itu idealnya kita punya. Kepada masyarakat luas kita menerapkan cinta rahman, kepada suami atau istri kita menjalankan cinta rahiem. Menariknya, buku ini ditulis berdasarkan pengalaman sehari-hari sang penulis. Kita tahu penulis buku ini adalah pekerja sosial yang menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk melayani berbagai kepentingan di masyarakat. Sedemikian padatnya, sampai-sampai ia tak pun...

Markesot Bertutur - Emha Ainun Nadjib

Gambar
Download Ebook Markesot Bertutur - Emha Ainun Nadjib Kolom Emha “Markesot” Ainun dalam rutinitas seminggu sekali dimuat di harian Surabaya Post dari 26 Februari 1989 hingga 1 Januari 1992“Markesot” memasuki berbagai variasi permasalahan. Markesot hadir di negeri yang jauh dalam Perang Teluk dan pada waktu berbeda dia hadir di Kedungombo. Dia mempersoalkan isu besar demokrasi yang dihadapi sebagai persoalan objektif hingga soal penghayatan peristiwa kematian yang bersifat esoterik. Kemudian, kolom Markesot memasuki pula wilayah “debat kusir” yang terlepas dari isu-isu aktual surat kabar. Dengan tema yang sangat variatif dan intensitas yang berbeda-beda itulah, kolom-kolom Markesot hendak dibukukan. Sejumlah persoalan segera muncul ketika rangkaian kolom itu harus dipilah-pilah menjadi beberapa bagian. Pertama, kolom ini memang tidak secara sengaja dimaksudkan untuk menjadi sebuah buku. Dengan demikian, ketika beberapa tema ditetapkan untuk merangkum sejumlah kolom, pada s...

Sedang Tuhanpun Cemburu - Emha Ainun Nadjib

Gambar
Download Ebook Sedang Tuhanpun Cemburu - Emha Ainun Nadjib Salah satu bakat paling besar dalam diri manusia memang menjadi binatang: makhluk tingkat ketiga sesudah benda dan tetumbuhan. Binatang plus akal adalah kita. Binatang plus akal plus tataran-tataran lain dari spiritualisme adalah kesempurnaan yang seyogyanya diperjuangkan oleh manusia. Akan tetapi, binatang nampaknya lebih beruntung dibanding manusia. Dunia dan nilai mereka sudah niscaya dari awal sampai akhir. Sedang dunia manusia, suka menjebak diri dengan kebebasan yang dimilikinya atau yang ia peroleh dari Tuhannya. Manusia merasa bebas untuk memilih, termasuk memilih bunuh diri atau melenyapkan standar-standarnya terhadap nilai kemanusiaan. Esai-esai yang ditulis oleh Emha Ainun Nadjib dalam buku ini, merefleksikan betapa panjang pertanyaannya atas hidup. Emha tak hanya melihat pola interaksi antara manusia dengan Tuhan yang semakin mengabur, tetapi juga semakin tersingkirnya manusia dari strata-strata sos...